Ambo ca sitto samaṇo ca nhāpito,
Pohon mangga disiram dan petapa dimandikan,
Bab Sunikkhitta
Kisah ini mengajak kita merenungkan bahwa kebahagiaan surgawi tidak selalu berasal dari perbuatan besar, tetapi dari niat tulus dalam tindakan kecil sehari-hari. Mari kita baca dengan hati terbuka, dan lihat bagaimana sebuah kebaikan sederhana dapat membawa dampak luar biasa.
Seorang devaputta (dewa) menceritakan bagaimana ia memperoleh vimāna (istana surgawi) yang megah. Ia menjelaskan bahwa dalam kehidupan sebelumnya ia adalah seorang pelayan upahan yang menyiram kebun mangga. Suatu hari, ia bertemu dengan Bhikkhu Sāriputta yang sedang lelah, lalu dengan tulus memandikannya di bawah pohon mangga. Perbuatan baik sederhana ini menjadi sebab ia terlahir kembali di alam surga Nandana.
Ambo ca sitto samaṇo ca nhāpito,
Pohon mangga disiram dan petapa dimandikan,
Mayā ca puññaṁ pasutaṁ anappakaṁ;
dan olehku jasa kebajikan yang tidak sedikit telah dikumpulkan;
Iti so pītiyā kāyaṁ,
Demikianlah ia dengan sukacita memenuhi
Sabbaṁ pharati attano.
seluruh tubuhnya sendiri.