Kiṁ tvaṁ pure kammamakāsi attanā,
Perbuatan apakah yang telah engkau lakukan dahulu,
Mañjiṭṭhakavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan betapa sederhananya sebuah kebaikan bisa membawa kebahagiaan besar. Mari kita simak bagaimana sebuah pemberian kecil, dilakukan dengan tulus, dapat mengubah takdir seseorang.
Seorang dewi yang bersinar terang ditanya oleh seorang bhikkhu tentang perbuatan baik yang membawanya ke alam dewa. Dewi itu menjelaskan bahwa ia pernah memberikan sepotong tebu kepada bhikkhu tersebut saat ia masih menjadi manusia, meskipun kemudian dimarahi dan dipukul oleh ibu mertuanya. Akibat perbuatan baik itu, ia terlahir di alam dewa dan menikmati kebahagiaan surgawi.
Kiṁ tvaṁ pure kammamakāsi attanā,
Perbuatan apakah yang telah engkau lakukan dahulu,
Manussabhūtā purimāya jātiyā;
Ketika terlahir sebagai manusia di kehidupan lampau?
Dānaṁ suciṇṇaṁ atha sīlasaññamaṁ,
Derma yang dilakukan dengan baik, atau moralitas dan pengendalian diri,
Kenupapannā sugatiṁ yasassinī;
Dengan apakah engkau terlahir di alam bahagia yang mulia?
Devate pucchitācikkha,
Wahai dewi, ditanya, jelaskanlah,
Kissa kammassidaṁ phalan”ti.
Buah dari perbuatan apakah ini?”