Yā mahesittaṁ kāreyya,
Siapapun yang dapat menjalankan kekuasaan tertinggi,
Bab Mañjiṭṭhaka
Kisah ini mengajak kita merenungkan betapa kecilnya perbuatan baik yang dilakukan dengan hati tulus dapat membawa kebahagiaan besar. Mari kita baca dengan tenang dan biarkan pesan tentang kemurahan hati ini menyentuh batin.
Seorang bidadari yang bersinar terang ditanya oleh Yang Maha Tahu tentang asal-usul keindahannya. Ia menjelaskan bahwa di kehidupan lampau, di Andhakavinda, ia mempersembahkan bubur asam yang dibumbui minyak, lada, dan bawang putih kepada Buddha. Karena perbuatan sederhana itu, ia terlahir di alam surga dengan kemuliaan yang melampaui kekayaan duniawi mana pun.
Yā mahesittaṁ kāreyya,
Siapapun yang dapat menjalankan kekuasaan tertinggi,
cakkavattissa rājino;
sebagai seorang raja pemutar roda;
Nārī sabbaṅgakalyāṇī,
seorang wanita yang sempurna dalam segala anggota tubuhnya,
bhattu cānomadassikā;
yang mempesona hati suaminya;
Ekassa kañjikadānassa,
tidak akan mencapai seperenam belas bagian
kalaṁ nāgghati soḷasiṁ.
dari pemberian semangkuk bubur asam.