Nāgassa dantesu duvesu nimmitā,
Pada kedua gading gajah itu tercipta,
Mañjiṭṭhakavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bagaimana tindakan sederhana, seperti memberi dengan tulus dan mendengarkan ajaran, dapat membawa kebahagiaan yang luar biasa. Mari kita simak percakapan antara dewi dan penanya untuk memahami hubungan antara perbuatan dan akibatnya.
Seorang dewi bernama Yasuttarā, yang datang mengendarai gajah agung berhiaskan emas dan permata, ditanya oleh seorang dewa tentang perbuatan baik yang membawanya ke alam surga. Ia menjawab bahwa di kehidupan lampaunya sebagai manusia, ia pergi ke Varanasi dan memberikan sepasang kain kepada Buddha, lalu mendengarkan ajaran tentang penderitaan, ketidakkekalan, dan jalan menuju lenyapnya penderitaan. Setelah meninggal, ia terlahir di alam Tiga Puluh Tiga Dewa sebagai salah satu istri Sakka.
Nāgassa dantesu duvesu nimmitā,
Pada kedua gading gajah itu tercipta,
Acchodakā paduminiyo suphullā;
Kolam-kolam air jernih dengan bunga teratai yang mekar sempurna;
Padumesu ca tūriyagaṇā pabhijjare,
Di tengah bunga teratai, kelompok alat musik berbunyi,
Imā ca naccanti manoharāyo.
Dan mereka menari dengan mempesona hati.