Patīsu dhammaṁ pacarāma sabbā,
Kami semua menjalankan kewajiban terhadap suami,
Pāricchattakavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bagaimana sikap sehari-hari, terutama dalam hubungan rumah tangga, dapat membawa dampak besar bagi kehidupan sekarang dan mendatang. Mari simak percakapan para dewi ini dengan hati terbuka, dan lihat apa yang bisa kita petik untuk kehidupan kita sendiri.
Lima dewi yang mandi di sungai suci saling bertanya tentang asal-usul kebajikan mereka. Latā menjelaskan bahwa di kehidupan lampau ia menjadi menantu yang patuh, tanpa marah, tekun ber-Uposatha, dan menyenangkan suami serta mertua. Berkat perbuatan itu, ia memperoleh umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan di alam dewa. Para dewi lain pun sepakat untuk menjalankan kewajiban yang sama terhadap suami mereka.
Patīsu dhammaṁ pacarāma sabbā,
Kami semua menjalankan kewajiban terhadap suami,
Patibbatā yattha bhavanti itthiyo;
sebagaimana wanita-wanita yang setia kepada suaminya;
Patīsu dhammaṁ pacaritva sabbā,
setelah menjalankan kewajiban terhadap suami, kami semua
Lacchāmase bhāsati yaṁ ayaṁ latā.
akan memperoleh apa yang dikatakan oleh Latā ini.”