Cātuddasiṁ pañcadasiṁ,
Pada tanggal empat belas, tanggal lima belas,
Cittalatāvagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebiasaan baik sehari-hari, seperti berbagi dan menjaga sila, dapat membawa kebahagiaan yang luar biasa. Mari kita baca dengan hati terbuka dan lihat bagaimana praktik sederhana bisa berdampak besar.
Seorang devatā bernama Niddā, yang dulunya adalah seorang upāsikā di Rājagaha, menjelaskan bagaimana ia memperoleh keindahan dan istana surgawinya. Ia menceritakan praktik moral, kemurahan hati, dan menjalankan uposatha dengan delapan sila. Kisah ini menegaskan bahwa perbuatan baik membawa hasil yang membahagiakan di kehidupan mendatang.
Cātuddasiṁ pañcadasiṁ,
Pada tanggal empat belas, tanggal lima belas,
yā ca pakkhassa aṭṭhamī;
dan juga pada tanggal delapan setiap paruh bulan;
Pāṭihāriyapakkhañca,
serta pada masa-masa istimewa (hari raya),
aṭṭhaṅgasusamāgataṁ.
yang dilengkapi dengan delapan faktor (sila).