“Pīṭhaṁ te sovaṇṇamayaṁ uḷāraṁ,
“Dudukanmu terbuat dari emas, indah, meluncur secepat pikiran ke mana pun engkau mau;
Pīṭhavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan betapa sederhananya perbuatan baik yang bisa membawa kebahagiaan besar. Mari kita baca dengan hati terbuka, dan lihat bagaimana kebaikan kecil yang dilakukan dengan tulus dapat menuai hasil yang luar biasa.
Seorang devī (makhluk surgawi) yang bersinar di istana emas ditanya oleh Yang Mulia Moggallāna tentang perbuatan baik yang membawanya ke alam bahagia itu. Ia menjawab bahwa di kehidupan manusianya, ia memberikan tempat duduk kepada para tamu, memberi hormat, dan berdana sesuai kemampuannya. Karena perbuatan itulah ia memperoleh keindahan, kekayaan, dan kebahagiaan surgawi.
“Pīṭhaṁ te sovaṇṇamayaṁ uḷāraṁ,
“Dudukanmu terbuat dari emas, indah, meluncur secepat pikiran ke mana pun engkau mau;
Manojavaṁ gacchati yenakāmaṁ;
Berhiaskan bunga, berpakaian indah, engkau bersinar bagaikan kilat di puncak awan.
Alaṅkate malyadhare suvatthe,
Dengan apakah keindahanmu ini, dengan apakah kehidupanmu di sini menjadi sempurna?
Obhāsasi vijjurivabbhakūṭaṁ.
Dan segala kenikmatan yang menyenangkan hati muncul bagimu.