Pañca pīṭhā tayo nāvā,
Lima tempat duduk, tiga perahu,
Pīṭhavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bagaimana perbuatan baik, sekecil apa pun, dapat membawa kebahagiaan besar. Mari kita simak dialog antara Sakka dan bidadari yang penuh makna ini.
Seorang bidadari yang bersinar terang di istana surgawinya ditanya oleh Sakka, raja para dewa, tentang asal-usulnya. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia adalah seorang perias rambut di Bārāṇasī yang memiliki keyakinan kuat pada Buddha, Dhamma, dan Saṅgha, serta menjalankan sila dengan sempurna. Berkat perbuatan baiknya itu, ia terlahir di alam surga yang indah.
Pañca pīṭhā tayo nāvā,
Lima tempat duduk, tiga perahu,
dīpatiladakkhiṇā dve;
dua persembahan pulau;
Pati dve suṇisā uttarā,
Dua suami, menantu perempuan, Uttarā,
sirimā kesakārikā;
Sirimā, dan Penata Rambut;
Vaggo tena pavuccatīti.
Maka itu disebut kelompok (vagga).