“Ahaṁ manussesu manussabhūtā,
Ketika aku terlahir di antara manusia sebagai manusia,
Pīṭhavagga
Kisah ini mengajak kita merenungkan bagaimana sikap sehari-hari, terutama dalam rumah tangga, dapat membawa dampak besar. Mari kita simak jawaban dewi tersebut dan ambil hikmahnya untuk kehidupan kita.
Seorang dewi yang berdiam di istana surgawi yang indah ditanya oleh Yang Mulia Moggallāna tentang kebajikan yang membawanya ke alam tersebut. Dewi itu menjelaskan bahwa di kehidupan manusianya ia adalah seorang istri yang setia, tidak berkata kasar, jujur, dan gemar berdana dengan tulus. Berkat perbuatan baik itulah ia memperoleh keindahan, kekayaan, dan kebahagiaan surgawi.
“Ahaṁ manussesu manussabhūtā,
Ketika aku terlahir di antara manusia sebagai manusia,
Patibbatānaññamanā ahosiṁ;
aku menjadi istri yang setia, tidak berpikiran lain;
Mātāva puttaṁ anurakkhamānā,
bagaikan seorang ibu yang menjaga anaknya,
Kuddhāpihaṁ nappharusaṁ avocaṁ.
meskipun marah, aku tidak mengucapkan kata-kata kasar.