Atha kho āyasmato ānandassa etadahosi:
Kemudian Yang Mulia Ānanda berpikir,
Then Venerable Ānanda thought,
Khotbah tentang Cunda
Atha kho āyasmato ānandassa etadahosi:
Kemudian Yang Mulia Ānanda berpikir,
Then Venerable Ānanda thought,
“acchariyaṁ vata bho, abbhutaṁ vata bho, tathāgatassa mahiddhikatā mahānubhāvatā.
“Sungguh menakjubkan, sungguh mengagumkan, kekuatan batin dan keagungan Tathāgata!
“Oh lord, how incredible, how amazing! The Realized One has such psychic power and might!
Ayañhi sā nadī cakkacchinnā parittā luḷitā āvilā sandamānā mayi upasaṅkamante acchā vippasannā anāvilā sandatī”ti.
Sebab sungai yang dangkal, yang telah diaduk oleh roda-rodanya dan mengalir keruh dan kotor ini, ketika aku mendekat, mengalir jernih, bening, dan tidak keruh.”
For though the shallow water in that river had been churned up by wheels, and flowed cloudy and murky, when I approached it flowed transparent, clear, and unclouded.”
Pattena pānīyaṁ ādāya yena bhagavā tenupasaṅkami; upasaṅkamitvā bhagavantaṁ etadavoca:
Setelah mengambil air minum dengan mangkuknya, ia mendekati Sang Bhagavā; setelah mendekat, ia berkata kepada Sang Bhagavā,
Gathering a bowl of drinking water he went back to the Buddha, and said to him,
“acchariyaṁ, bhante, abbhutaṁ, bhante, tathāgatassa mahiddhikatā mahānubhāvatā.
“Sungguh menakjubkan, Bhante, sungguh mengagumkan, Bhante, kekuatan batin dan keagungan Tathāgata!
“It’s incredible, sir, it’s amazing! The Realized One has such psychic power and might!
Ayañhi sā, bhante, nadī cakkacchinnā parittā luḷitā āvilā sandamānā mayi upasaṅkamante acchā vippasannā anāvilā sandati.
Sebab sungai yang dangkal, Bhante, yang telah diaduk oleh roda-rodanya dan mengalir keruh dan kotor ini, ketika aku mendekat, mengalir jernih, bening, dan tidak keruh.
For though the shallow water in that river had been churned up by wheels, and flowed cloudy and murky, when I approached it flowed transparent, clear, and unclouded.
Pivatu bhagavā pānīyaṁ, pivatu sugato pānīyan”ti.
Silakan minum airnya, Bhagavā! Silakan minum airnya, Sugata!”
Drink the water, Blessed One! Drink the water, Holy One!”