"Bhante, selama para Tathāgata, para Arahant, para Sammāsambuddha belum muncul di dunia, para pengembara dari agama lain dihormati, dihargai, dimuliakan, dipuja, dan dijunjung tinggi. Mereka juga memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.
“Sir, so long as the Realized Ones, the perfected ones, the fully awakened Buddhas do not arise in the world, the wanderers of other religions are honored, respected, revered, venerated, and esteemed. And they receive robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.
Tetapi, Bhante, ketika para Tathāgata, para Arahant, para Sammāsambuddha telah muncul di dunia, maka para pengembara dari agama lain tidak lagi dihormati, tidak dihargai, tidak dimuliakan, tidak dipuja, dan tidak dijunjung tinggi. Mereka juga tidak memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.
But when the Realized Ones do arise in the world, the wanderers of other religions are no longer honored, respected, revered, venerated, and esteemed. And they do not receive robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.
Kini hanya Sang Bhagavā yang dihormati, dihargai, dimuliakan, dipuja, dan dijunjung tinggi. Beliau memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit, demikian pula dengan Saṅgha para bhikkhu."
Now only the Buddha is honored, respected, revered, venerated, and esteemed. And he receives robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.”