Para bhikkhu, bagaikan samudra besar yang penuh dengan berbagai harta karun, yang tak terhitung banyaknya, di antaranya: mutiara, permata, batu mulia, kulit kerang, kristal, karang, perak, emas murni, batu rubi, dan zamrud.
The ocean is full of many kinds of treasures, such as pearls, gems, beryl, conch, quartz, coral, silver, native gold, rubies, and emeralds.
Demikian pula, para bhikkhu, Dhamma dan Vinaya ini penuh dengan berbagai permata, beraneka ragam permata; di dalamnya terdapat permata-permata ini, yaitu: empat penegakan perhatian, empat usaha benar, empat landasan kekuatan batin, lima indria, lima kekuatan, tujuh faktor pencerahan, dan Jalan Mulia Berunsur Delapan.
In the same way, this teaching and training is full of many kinds of treasures, such as the four kinds of mindfulness meditation, the four right efforts, the four bases of psychic power, the five faculties, the five powers, the seven awakening factors, and the noble eightfold path.
Karena, para bhikkhu, Dhamma dan Vinaya ini penuh dengan berbagai permata, beraneka ragam permata; di dalamnya terdapat permata-permata ini, yaitu: empat penegakan perhatian, empat usaha benar, empat landasan kekuatan batin, lima indria, lima kekuatan, tujuh faktor pencerahan, dan Jalan Mulia Berunsur Delapan;
inilah, para bhikkhu, keajaiban dan hal menakjubkan yang ketujuh dalam Dhamma dan Vinaya ini, yang dengan melihatnya berulang kali, para bhikkhu bergembira dalam Dhamma dan Vinaya ini.
This is the seventh thing the mendicants love about this teaching and training.