ud5.3:4.1 Kemudian Sang Bhagavā merenungkan pikiran seluruh orang yang hadir di dalam kumpulan itu, berpikir,
ud5.3:4.2 "Siapakah di sini yang mampu memahami Dhamma?"
ud5.3:4.3 Sang Bhagavā melihat Suppabuddha yang berpenyakit kusta duduk di tengah kumpulan itu.
ud5.3:4.4 Setelah melihatnya, Beliau berpikir:
ud5.3:4.5 "Orang ini mampu memahami Dhamma."
ud5.3:4.6 Kemudian, dengan merujuk pada Suppabuddha, Beliau menyampaikan khotbah secara bertahap, yaitu:
ud5.3:4.7 khotbah tentang kedermawanan, khotbah tentang moralitas, khotbah tentang alam surga; Beliau mengungkapkan bahaya, kenistaan, dan kekotoran nafsu indria; serta manfaat meninggalkan keduniawian.
ud5.3:4.8 Ketika Sang Bhagavā mengetahui bahwa pikiran Suppabuddha telah siap, lunak, terbebas dari rintangan, gembira, dan berkeyakinan, maka Beliau mengungkapkan ajaran khas para Buddha, yaitu:
ud5.3:4.9 dukkha, asal mula dukkha, lenyapnya dukkha, dan jalan menuju lenyapnya dukkha.
ud5.3:4.10 Bagaikan sehelai kain bersih yang telah terbebas dari noda akan menyerap pewarna dengan sempurna,
ud5.3:4.11 Demikian pula, di tempat duduknya itu juga, pada Suppabuddha muncul penglihatan Dhamma yang tanpa noda dan tanpa cela:
ud5.3:4.12 "Segala sesuatu yang memiliki sifat muncul, semuanya itu memiliki sifat lenyap."