Kemudian gajah jantan itu meninggalkan kawanannya dan pergi menuju Pārileyyaka, di mana ia mendekati Sang Bhagavā di hutan lindung di bawah pohon sal suci.
So he left the herd and went to Pārileyyaka, where he approached the Buddha in the protected forest grove at the foot of a sacred sal tree.
Tatra sudaṁ so hatthināgo yasmiṁ padese bhagavā viharati taṁ padesaṁ appaharitaṁ karoti, soṇḍāya ca bhagavato pānīyaṁ paribhojanīyaṁ upaṭṭhāpeti.
Di sana gajah itu melayani Sang Bhagavā, membersihkan tumbuh-tumbuhan di tempat Sang Bhagavā berdiam, dan dengan belalainya menyiapkan air untuk minum dan keperluan mandi.
There he attended on the Buddha, clearing the vegetation from the place where the Buddha stayed, and using his trunk to set out water for drinking and washing.