'Sahabat, seorang bhikkhu yang hidup dari menerima dana makanan, ketika berjalan untuk menerima dana makanan, dari waktu ke waktu ia dapat melihat bentuk-bentuk yang menyenangkan dengan mata, dari waktu ke waktu ia dapat mendengar suara-suara yang menyenangkan dengan telinga, dari waktu ke waktu ia dapat mencium bau-bauan yang menyenangkan dengan hidung, dari waktu ke waktu ia dapat mengecap rasa-rasa yang menyenangkan dengan lidah, dari waktu ke waktu ia dapat merasakan sentuhan-sentuhan yang menyenangkan dengan tubuh.
Sahabat, seorang bhikkhu yang hidup dari menerima dana makanan, ketika berjalan untuk menerima dana makanan, ia dihormati, dihargai, dimuliakan, dipuja, dan diagungkan.