ud3.7:3.2 Setelah menciptakan wujud seorang penenun, ia menenun benang. Sujā, putri asura, menggulungnya pada kumparan.
ud3.7:3.3 Kemudian, ketika Yang Mulia Mahākassapa berkeliling menerima dana makanan di Rājagaha secara berurutan, ia mendekati kediaman Sakka, raja para dewa.
ud3.7:3.4 Sakka, raja para dewa, melihat Yang Mulia Mahākassapa datang dari kejauhan.
ud3.7:3.5 Setelah melihatnya, ia keluar dari rumahnya, menyambutnya, mengambil mangkuk dari tangannya, masuk kembali ke rumah, mengambil nasi dari periuk, mengisi mangkuk itu, dan memberikannya kepada Yang Mulia Mahākassapa.
ud3.7:3.6 Makanan itu adalah makanan yang diterima sebagai dana makanan, dengan berbagai macam kuah dan berbagai macam lauk-pauk, serta berbagai macam rasa dan bumbu.
ud3.7:3.7 Kemudian terpikir oleh Yang Mulia Mahākassapa:
ud3.7:3.8 “Siapakah gerangan makhluk yang memiliki kekuatan batin sedemikian rupa ini?”
ud3.7:3.9 Lalu terpikir pula oleh Yang Mulia Mahākassapa:
ud3.7:3.10 “Ini adalah Sakka, raja para dewa.”
ud3.7:3.11 Mengetahui hal ini, ia berkata kepada Sakka, raja para dewa:
ud3.7:3.12 “Ini perbuatanmu, Kosiya;
ud3.7:3.13 janganlah berbuat demikian lagi.”
ud3.7:3.14 “Yang Mulia Kassapa, kami pun membutuhkan jasa;
ud3.7:3.15 kami pun hendaknya berbuat jasa.”