“Iti imasmiṁ sati idaṁ hoti, imassuppādā idaṁ uppajjati, yadidaṁ—
“Ketika ini ada, ini menjadi ada; dengan munculnya ini, ini muncul. Yaitu:
“So, when this exists, this comes to be; due to the arising of this, this arises. That is:
Khotbah tentang Pencerahan (Ke-1)
“Iti imasmiṁ sati idaṁ hoti, imassuppādā idaṁ uppajjati, yadidaṁ—
“Ketika ini ada, ini menjadi ada; dengan munculnya ini, ini muncul. Yaitu:
“So, when this exists, this comes to be; due to the arising of this, this arises. That is:
avijjāpaccayā saṅkhārā,
Ketidaktahuan adalah sebab bagi bentukan-bentukan mental.
Ignorance is a requirement for choices.
saṅkhārapaccayā viññāṇaṁ,
Bentukan-bentukan mental adalah sebab bagi kesadaran.
Choices are a requirement for consciousness.
viññāṇapaccayā nāmarūpaṁ,
Kesadaran adalah sebab bagi batin dan bentuk.
Consciousness is a requirement for name and form.
nāmarūpapaccayā saḷāyatanaṁ,
Batin dan bentuk adalah sebab bagi enam indra.
Name and form are requirements for the six sense fields.
saḷāyatanapaccayā phasso,
Enam indra adalah sebab bagi kontak.
The six sense fields are requirements for contact.
phassapaccayā vedanā,
Kontak adalah sebab bagi perasaan.
Contact is a requirement for feeling.
vedanāpaccayā taṇhā,
Perasaan adalah sebab bagi kehausan (nafsu).
Feeling is a requirement for craving.
taṇhāpaccayā upādānaṁ,
Kehausan adalah sebab bagi kemelekatan.
Craving is a requirement for grasping.
upādānapaccayā bhavo,
Kemelekatan adalah sebab bagi keberlangsungan (kelahiran kembali).
Grasping is a requirement for continued existence.
bhavapaccayā jāti,
Keberlangsungan adalah sebab bagi kelahiran.
Continued existence is a requirement for rebirth.
jātipaccayā jarāmaraṇaṁ sokaparidevadukkhadomanassupāyāsā sambhavanti.
Kelahiran adalah sebab bagi usia tua dan kematian, duka, ratapan, kesakitan, kesedihan, dan keputusasaan untuk muncul.
Rebirth is a requirement for old age and death, sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress to come to be.
Evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa samudayo hotī”ti.
Demikianlah asal mula seluruh kumpulan penderitaan ini.”
That is how this entire mass of suffering originates.”