Kemudian Bāhiya Dārucīriya dengan tergesa-gesa meninggalkan Hutan Jeta dan memasuki Sāvatthī. Di sana ia melihat Sang Bhagavā sedang berjalan menerima dana makanan di Sāvatthī, yang menawan, menenteramkan, dengan indria-indria yang tenang, pikiran yang damai, telah mencapai penjinakan dan ketenangan tertinggi, bagaikan seekor gajah yang jinak, terjaga, dan terkendali indria-indrianya.
Then Bāhiya rushed out of the Jeta Grove and entered Sāvatthī, where he saw the Buddha walking for alms. He was impressive and inspiring, with peaceful faculties and heart, attained to the highest self-control and serenity, like an elephant with tamed, guarded, and controlled faculties.
Setelah melihatnya, Bāhiya mendekati Sang Bhagavā; setelah mendekat, ia bersujud dengan kepalanya di kaki Sang Bhagavā dan berkata kepada Sang Bhagavā:
Bāhiya went up to the Buddha, bowed down with his head to the Buddha’s feet, and said,