‘Siyā aññenapi …pe…
‘Mungkinkah ada cara lain?’ …
“‘Could there be another way?’ …
Khotbah tentang Merenungkan Pasangan-Pasangan
‘Siyā aññenapi …pe…
‘Mungkinkah ada cara lain?’ …
“‘Could there be another way?’ …
kathañca siyā?
Dan bagaimanakah mungkin?
And how could there be?
Yaṁ, bhikkhave, sadevakassa lokassa samārakassa sabrahmakassa sassamaṇabrāhmaṇiyā pajāya sadevamanussāya idaṁ saccanti upanijjhāyitaṁ tadamariyānaṁ etaṁ musāti yathābhūtaṁ sammappaññāya sudiṭṭhaṁ, ayamekānupassanā.
‘Apa yang dunia ini—dengan para dewanya, Māra, dan brahmanya, populasi ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia—renungkan sebagai kebenaran, telah dilihat dengan jelas oleh para mulia dengan kebijaksanaan benar sebagai hal yang sesungguhnya salah’: ini adalah perenungan pertama.
‘What this world—with its gods, Māras, and divinities, this population with its ascetics and brahmins, its gods and humans—focuses on as true, the noble ones have clearly seen with right wisdom to be actually false’: this is the first contemplation.
Yaṁ, bhikkhave, sadevakassa …pe… sadevamanussāya idaṁ musāti upanijjhāyitaṁ, tadamariyānaṁ etaṁ saccanti yathābhūtaṁ sammappaññāya sudiṭṭhaṁ, ayaṁ dutiyānupassanā.
‘Apa yang dunia ini—dengan para dewanya, Māra, dan brahmanya, populasi ini dengan para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia—renungkan sebagai kebatilan, telah dilihat dengan jelas oleh para mulia dengan kebijaksanaan benar sebagai hal yang sesungguhnya benar’: ini adalah perenungan kedua.
‘What this world focuses on as false, the noble ones have clearly seen with right wisdom to be actually true’: this is the second contemplation.
Evaṁ sammā …pe…
Ketika seorang bhikkhu bermeditasi dengan cara ini, ia dapat mengharapkan pencerahan atau tidak kembali.”
When a mendicant meditates in this way they can expect enlightenment or non-return.”
athāparaṁ etadavoca satthā:
Kemudian Sang Guru melanjutkan sabda-Nya:
Then the Teacher went on to say: