snp3.12:54.1 “Para bhikkhu, seandainya ada yang bertanya kepada kalian: ‘Mungkinkah ada cara lain untuk merenungkan pasangan-pasangan ini?’
snp3.12:54.2 Kalian harus menjawab, ‘Mungkin saja.’
snp3.12:54.3 Dan bagaimanakah caranya?
snp3.12:54.4 ‘Apa yang dunia ini—dengan para dewanya, Māra, dan brahmanya, dengan generasi para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia—renungkan sebagai kebahagiaan, justru oleh para mulia telah dilihat dengan jelas melalui kebijaksanaan benar sebagai penderitaan’: ini adalah perenungan pertama.
snp3.12:54.5 ‘Apa yang dunia ini—dengan para dewanya, Māra, dan brahmanya, dengan generasi para petapa dan brahmana, para dewa dan manusia—renungkan sebagai penderitaan, justru oleh para mulia telah dilihat dengan jelas melalui kebijaksanaan benar sebagai kebahagiaan’: ini adalah perenungan kedua.
snp3.12:54.6 Para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu berdiam dengan tekun, bersemangat, dan bertekad, dengan benar merenungkan pasangan-pasangan ajaran demikian, maka salah satu dari dua buah dapat diharapkan:
snp3.12:54.7 pengetahuan akhir dalam kehidupan ini juga, atau jika masih ada sisa kemelekatan, maka kondisi tidak kembali.”
snp3.12:54.8 Demikianlah Sang Bhagavā bersabda.
snp3.12:54.9 Setelah berkata demikian, Yang Sempurna itu, Sang Guru, selanjutnya bersabda: