Na hi atīte kilese pajahati, na anāgate kilese pajahati, na paccuppanne kilese pajahatīti.
Sesungguhnya, ia tidak meninggalkan kekotoran batin di masa lampau, tidak meninggalkan kekotoran batin di masa depan, dan tidak meninggalkan kekotoran batin di masa sekarang.
na paccuppanne kilese pajahati, tena hi natthi maggabhāvanā, natthi phalasacchikiriyā, natthi kilesappahānaṁ, natthi dhammābhisamayoti?
tidak meninggalkan kekotoran batin di masa sekarang, maka dengan demikian tidak ada pengembangan jalan, tidak ada realisasi buah, tidak ada pelepasan kekotoran batin, tidak ada penembusan Dhamma?
Ye tassa rukkhassa ajātaphalā, te ajātāyeva na jāyanti, anibbattāyeva na nibbattanti, anuppannāyeva na uppajjanti, apātubhūtāyeva na pātubhavanti.
Buah-buah dari pohon itu yang belum muncul, menjadi tidak muncul, yang belum tumbuh menjadi tidak tumbuh, yang belum lahir menjadi tidak lahir, yang belum terwujud menjadi tidak terwujud.
Anuppāde cittassa pakkhandattā ye uppādapaccayā kilesā nibbatteyyuṁ, te ajātāyeva na jāyanti, anibbattāyeva na nibbattanti, anuppannāyeva na uppajjanti, apātubhūtāyeva na pātubhavanti.
Karena pikiran condong pada ketidakmunculan, maka kekotoran batin yang akan muncul karena sebab kemunculan, semuanya tidak dilahirkan, tidak terbentuk, tidak muncul, dan tidak menampakkan diri.
Anāyūhane cittassa pakkhandattā, ye āyūhanapaccayā kilesā nibbatteyyuṁ, te ajātāyeva na jāyanti, anibbattāyeva na nibbattanti, anuppannāyeva na uppajjanti, apātubhūtāyeva na pātubhavanti.
Karena pikiran condong pada ketidakumpulan, maka kekotoran batin yang akan muncul karena sebab pengumpulan, semuanya tidak dilahirkan, tidak terbentuk, tidak muncul, dan tidak menampakkan diri.