‹
PS3.3

3.3. Abhisamayakathā

3.3. Uraian tentang Penembusan

Paṭisambhidāmagga · Khuddaka Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA KN 3.3

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
ps3.3:18.1

Na hi atīte kilese pajahati, na anāgate kilese pajahati, na paccuppanne kilese pajahatīti.

Sesungguhnya, ia tidak meninggalkan kekotoran batin di masa lampau, tidak meninggalkan kekotoran batin di masa depan, dan tidak meninggalkan kekotoran batin di masa sekarang.

ps3.3:18.2

Hañci na atīte kilese pajahati, na anāgate …pe…

Jika ia tidak meninggalkan kekotoran batin di masa lampau, tidak [meninggalkan kekotoran batin] di masa depan … pe …

ps3.3:18.3

na paccuppanne kilese pajahati, tena hi natthi maggabhāvanā, natthi phalasacchikiriyā, natthi kilesappahānaṁ, natthi dhammābhisamayoti?

tidak meninggalkan kekotoran batin di masa sekarang, maka dengan demikian tidak ada pengembangan jalan, tidak ada realisasi buah, tidak ada pelepasan kekotoran batin, tidak ada penembusan Dhamma?

ps3.3:18.4

Atthi maggabhāvanā, atthi phalasacchikiriyā, atthi kilesappahānaṁ, atthi dhammābhisamayo.

Ada pengembangan jalan, ada realisasi buah, ada pelepasan kekotoran batin, ada penembusan Dhamma.

ps3.3:18.5

Yathā kathaṁ viya?

Bagaimana hal itu mungkin?

ps3.3:18.6

Seyyathāpi taruṇo rukkho ajātaphalo.

Seperti halnya sebatang pohon muda yang belum berbuah.

ps3.3:18.7

Tamenaṁ puriso mūlaṁ chindeyya.

Seseorang menebas akarnya.

ps3.3:18.8

Ye tassa rukkhassa ajātaphalā, te ajātāyeva na jāyanti, anibbattāyeva na nibbattanti, anuppannāyeva na uppajjanti, apātubhūtāyeva na pātubhavanti.

Buah-buah dari pohon itu yang belum muncul, menjadi tidak muncul, yang belum tumbuh menjadi tidak tumbuh, yang belum lahir menjadi tidak lahir, yang belum terwujud menjadi tidak terwujud.

ps3.3:18.9

Evamevaṁ uppādo hetu, uppādo paccayo kilesānaṁ nibbattiyāti.

Demikian pula, kemunculan adalah sebab, kemunculan adalah kondisi bagi timbulnya kekotoran batin.

ps3.3:18.10

Uppāde ādīnavaṁ disvā anuppāde cittaṁ pakkhandati.

Setelah melihat bahaya dalam kemunculan, batin condong pada ketidakmunculan.

ps3.3:18.11

Anuppāde cittassa pakkhandattā ye uppādapaccayā kilesā nibbatteyyuṁ, te ajātāyeva na jāyanti, anibbattāyeva na nibbattanti, anuppannāyeva na uppajjanti, apātubhūtāyeva na pātubhavanti.

Karena pikiran condong pada ketidakmunculan, maka kekotoran batin yang akan muncul karena sebab kemunculan, semuanya tidak dilahirkan, tidak terbentuk, tidak muncul, dan tidak menampakkan diri.

ps3.3:18.12

Evaṁ hetunirodhā dukkhanirodho.

Demikianlah dengan lenyapnya sebab, lenyap pula penderitaan.

ps3.3:18.13

Pavattaṁ hetu, nimittaṁ hetu, āyūhanā hetu.

Sebab yang berlanjut adalah sebab, penanda adalah sebab, pengumpulan (usaha) adalah sebab.

ps3.3:18.14

Āyūhanā paccayo kilesānaṁ nibbattiyāti.

Pengumpulan (usaha) adalah kondisi bagi munculnya kekotoran batin.

ps3.3:18.15

Āyūhane ādīnavaṁ disvā anāyūhane cittaṁ pakkhandati.

Setelah melihat bahaya dalam pengumpulan (usaha), pikiran condong pada ketidakumpulan (ketidakberusahan).

ps3.3:18.16

Anāyūhane cittassa pakkhandattā, ye āyūhanapaccayā kilesā nibbatteyyuṁ, te ajātāyeva na jāyanti, anibbattāyeva na nibbattanti, anuppannāyeva na uppajjanti, apātubhūtāyeva na pātubhavanti.

Karena pikiran condong pada ketidakumpulan, maka kekotoran batin yang akan muncul karena sebab pengumpulan, semuanya tidak dilahirkan, tidak terbentuk, tidak muncul, dan tidak menampakkan diri.

ps3.3:18.17

Evaṁ hetunirodhā dukkhanirodho.

Demikianlah dengan lenyapnya sebab, lenyap pula penderitaan.

ps3.3:18.18

Evaṁ atthi maggabhāvanā, atthi phalasacchikiriyā, atthi kilesappahānaṁ, atthi dhammābhisamayoti.

Demikianlah ada pengembangan jalan, ada realisasi buah, ada penyingkiran kekotoran batin, dan ada penembusan Dhamma.

ps3.3:18.19

Abhisamayakathā niṭṭhitā.

Selesailah uraian tentang penembusan.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI