Setelah menimbang, memeriksa, merenungkan, dan menjadikan jelas bentuk materi, baik yang lampau, masa depan, maupun masa kini, sebagai tidak kekal dalam arti kehancuran, sebagai penderitaan dalam arti ketakutan, sebagai tanpa-diri dalam arti ketiadaan inti—ia dengan cepat melaju menuju Nibbāna, lenyapnya bentuk materi—itulah kebijaksanaan yang melaju cepat.
Setelah menimbang, memeriksa, merenungkan, dan menjadikan jelas penuaan-dan-kematian, baik yang lampau, masa depan, maupun masa kini, sebagai tidak kekal dalam arti kehancuran, sebagai penderitaan dalam arti ketakutan, sebagai tanpa-diri dalam arti ketiadaan inti—ia dengan cepat melaju menuju Nibbāna, lenyapnya penuaan-dan-kematian—itulah kebijaksanaan yang melaju cepat.