Viññāṇaṁ kiṁnidānaṁ, kiṁsamudayaṁ, kiṁjātikaṁ, kiṁpabhavanti—
Kesadaran memiliki apakah sebagai sumbernya, apakah sebagai asal-mulanya, apakah sebagai kelahirannya, apakah sebagai penyebabnya?—
2.2. Khotbah tentang Kebenaran
Viññāṇaṁ kiṁnidānaṁ, kiṁsamudayaṁ, kiṁjātikaṁ, kiṁpabhavanti—
Kesadaran memiliki apakah sebagai sumbernya, apakah sebagai asal-mulanya, apakah sebagai kelahirannya, apakah sebagai penyebabnya?—
evaṁ esanaṭṭhena saccaṁ.
demikianlah kebenaran dalam arti pencarian.
Viññāṇaṁ saṅkhāranidānaṁ, saṅkhārasamudayaṁ, saṅkhārajātikaṁ, saṅkhārappabhavanti—
Kesadaran memiliki bentukan-bentukan kehendak sebagai sumbernya, bentukan-bentukan kehendak sebagai asal-mulanya, bentukan-bentukan kehendak sebagai kelahirannya, bentukan-bentukan kehendak sebagai penyebabnya—
evaṁ pariggahaṭṭhena saccaṁ.
demikianlah kebenaran dalam arti pemahaman menyeluruh.
Viññāṇañca pajānāti, viññāṇasamudayañca pajānāti, viññāṇanirodhañca pajānāti, viññāṇanirodhagāminiṁ paṭipadañca pajānāti—
Ia memahami kesadaran, ia memahami asal-mula kesadaran, ia memahami lenyapnya kesadaran, dan ia memahami jalan menuju lenyapnya kesadaran—
evaṁ paṭivedhaṭṭhena saccaṁ.
demikianlah kebenaran dalam arti penembusan.