1.4.4. Catutthasuttantaniddesa
1.4.4 Penjelasan Sutta Keempat
1.4. Pembahasan tentang Indriya
1.4.4. Catutthasuttantaniddesa
1.4.4 Penjelasan Sutta Keempat
Purimanidānaṁ.
Pendahuluan seperti sebelumnya.
“Pañcimāni, bhikkhave, indriyāni.
“Para bhikkhu, ada lima indria ini.
Katamāni pañca?
Apakah lima itu?
Saddhindriyaṁ, vīriyindriyaṁ, satindriyaṁ, samādhindriyaṁ, paññindriyaṁ—
Indria keyakinan, indria kegigihan, indria perhatian, indria konsentrasi, indria kebijaksanaan—
imāni kho, bhikkhave, pañcindriyāni.
Para bhikkhu, inilah lima indria itu.
Imāni pañcindriyāni katihākārehi kenaṭṭhena daṭṭhabbāni?
Lima indria ini harus dilihat dalam berapa aspek dan dengan makna apa?
Imāni pañcindriyāni chahākārehi tenaṭṭhena daṭṭhabbāni—
Lima indria ini harus dilihat dalam enam aspek dan dengan makna itu—
ādhipateyyaṭṭhena ādivisodhanaṭṭhena adhimattaṭṭhena, adhiṭṭhānaṭṭhena, pariyādānaṭṭhena, patiṭṭhāpakaṭṭhena”.
dengan makna sebagai penguasa, dengan makna sebagai pemurnian awal, dengan makna sebagai keunggulan, dengan makna sebagai landasan, dengan makna sebagai penyerapan, dengan makna sebagai penegak”.