ps1.4:77.0 1.4.4.6. Uraian tentang Arti Penegakan
ps1.4:77.1 Bagaimanakah indria-indria harus dipahami dalam arti sebagai penopang?
ps1.4:77.2 Orang yang berkeyakinan menegakkan indria keyakinan pada keputusan; bagi orang yang berkeyakinan, indria keyakinan ditegakkan pada keputusan.
ps1.4:77.3 Orang yang bersemangat menegakkan indria semangat pada penguatan; bagi orang yang bersemangat, indria semangat ditegakkan pada penguatan.
ps1.4:77.4 Orang yang memiliki perhatian menegakkan indria perhatian pada penegakan; bagi orang yang memiliki perhatian, indria perhatian ditegakkan pada penegakan.
ps1.4:77.5 Orang yang terkonsentrasi menegakkan indria konsentrasi pada ketidak-teralihkan; bagi orang yang terkonsentrasi, indria konsentrasi ditegakkan pada ketidak-teralihkan.
ps1.4:77.6 Orang yang bijaksana menegakkan indria kebijaksanaan pada penglihatan; bagi orang yang bijaksana, indria kebijaksanaan ditegakkan pada penglihatan.
ps1.4:77.7 Seorang yogi menegakkan kelima indria pada pelepasan keduniawian; bagi seorang yogi, kelima indria ditegakkan pada pelepasan keduniawian.
ps1.4:77.8 Seorang yogi menegakkan kelima indria pada ketidak-bencian; bagi seorang yogi, kelima indria ditegakkan pada ketidak-bencian.
ps1.4:77.9 Seorang yogi menegakkan kelima indria pada persepsi cahaya; bagi seorang yogi, kelima indria ditegakkan pada persepsi cahaya.
ps1.4:77.10 Seorang yogi menegakkan kelima indria pada ketidak-teralihkan; bagi seorang yogi, kelima indria ditegakkan pada ketidak-teralihkan …
ps1.4:77.11 Seorang yogi menegakkan kelima indria pada jalan arahat; bagi seorang yogi, kelima indria ditegakkan pada jalan arahat.
ps1.4:77.12 Demikianlah indria-indria harus dipahami dalam arti sebagai penopang.
ps1.4:77.13 Ini adalah uraian keempat dari bagian Sutta.