ps1.4:67.0 1.4.4.1. Uraian tentang Keutamaan
ps1.4:67.1 Bagaimanakah indria-indria harus dilihat melalui makna keutamaan?
ps1.4:67.2 Bagi seseorang yang meninggalkan kekurangan keyakinan, indria keyakinan harus dilihat melalui makna keutamaan tekad; karena kekuatan indria keyakinan, indria kegigihan harus dilihat melalui makna penguatan; indria perhatian harus dilihat melalui makna penegakan; indria konsentrasi harus dilihat melalui makna ketidak-teralihkan; indria kebijaksanaan harus dilihat melalui makna penglihatan.
ps1.4:67.3 Bagi seseorang yang meninggalkan kemalasan, indria kegigihan harus dilihat melalui makna keutamaan penguatan; karena kekuatan indria kegigihan, indria perhatian harus dilihat melalui makna penegakan; indria konsentrasi harus dilihat melalui makna ketidak-teralihkan; indria kebijaksanaan harus dilihat melalui makna penglihatan; indria keyakinan harus dilihat melalui makna tekad.
ps1.4:67.4 Bagi seseorang yang meninggalkan kelengahan, indria perhatian harus dilihat melalui makna keutamaan penegakan; karena kekuatan indria perhatian, indria konsentrasi harus dilihat melalui makna ketidak-teralihkan; indria kebijaksanaan harus dilihat melalui makna penglihatan; indria keyakinan harus dilihat melalui makna tekad; indria kegigihan harus dilihat melalui makna penguatan.
ps1.4:67.5 Bagi yang meninggalkan kegelisahan, indria konsentrasi harus dipahami dalam arti berkuasa atas ketidak-teralihan; karena kekuatan indria konsentrasi, indria kebijaksanaan harus dipahami dalam arti melihat; indria keyakinan harus dipahami dalam arti ketetapan hati; indria kegigihan harus dipahami dalam arti penguatan; indria perhatian harus dipahami dalam arti penegakan.
ps1.4:67.6 Bagi yang meninggalkan ketidaktahuan, indria kebijaksanaan harus dipahami dalam arti berkuasa atas penglihatan; karena kekuatan indria kebijaksanaan, indria keyakinan harus dipahami dalam arti ketetapan hati; indria kegigihan harus dipahami dalam arti penguatan; indria perhatian harus dipahami dalam arti penegakan; indria konsentrasi harus dipahami dalam arti ketidak-teralihan; indria kebijaksanaan harus dipahami dalam arti melihat.