Nimittaṁ āvajjato assāse cittaṁ vikampitattā kāyopi cittampi sāraddhā ca honti iñjitā ca phanditā ca.
Ketika mengarahkan perhatian pada objek meditasi, karena pikiran goyah pada napas masuk, baik tubuh maupun pikiran menjadi kaku, bergetar, dan berdenyut.
Assāsaṁ āvajjato nimitte cittaṁ vikampitattā kāyopi cittampi sāraddhā ca honti iñjitā ca phanditā ca.
Ketika mengarahkan perhatian pada napas masuk, karena pikiran goyah pada objek meditasi, baik tubuh maupun pikiran menjadi kaku, bergetar, dan berdenyut.
Nimittaṁ āvajjato passāse cittaṁ vikampitattā kāyopi cittampi sāraddhā ca honti iñjitā ca phanditā ca.
Ketika mengarahkan perhatian pada objek meditasi, karena pikiran goyah pada napas keluar, baik tubuh maupun pikiran menjadi kaku, bergetar, dan berdenyut.
Passāsaṁ āvajjato nimitte cittaṁ vikampitattā kāyopi cittampi sāraddhā ca honti iñjitā ca phanditā ca.
Ketika mengarahkan perhatian pada napas keluar, karena pikiran goyah pada objek meditasi, baik tubuh maupun pikiran menjadi kaku, bergetar, dan berdenyut.
Assāsaṁ āvajjato passāse cittaṁ vikampitattā kāyopi cittampi sāraddhā ca honti iñjitā ca phanditā ca.
Ketika mengarahkan perhatian pada napas masuk, karena pikiran goyah pada napas keluar, baik tubuh maupun pikiran menjadi kaku, bergetar, dan berdenyut.
Passāsaṁ āvajjato assāse cittaṁ vikampitattā kāyopi cittampi sāraddhā ca honti iñjitā ca phanditā ca.
Ketika mengarahkan perhatian pada napas keluar, karena pikiran goyah pada napas masuk, baik tubuh maupun pikiran menjadi kaku, bergetar, dan berdenyut.