Bagi ia yang mengetahui keterpusatan pikiran, ketidak-teralihkan, melalui nafas masuk dan keluar dengan merenungkan pelepasan, perasaan yang muncul diketahui, yang hadir diketahui, yang lenyap diketahui …
Bagi ia yang mengetahui keterpusatan pikiran, ketidak-teralihkan, melalui nafas masuk dan keluar dengan merenungkan pelepasan, ia menyatukan indria-indria dan mengetahui objek serta menembus kemampuan;