ps1.3:133.1 Dengan delapan cara apakah kelahiran dan kematian (jarāmaraṇa) berhenti?
ps1.3:133.2 Dengan lenyapnya sebab (nidāna), kelahiran dan kematian berhenti; dengan lenyapnya asal-mula (samudaya) …
ps1.3:133.3 dengan lenyapnya kelahiran (jāti) …
ps1.3:133.4 dengan lenyapnya sumber (pabhava) …
ps1.3:133.5 dengan lenyapnya akar (hetu) …
ps1.3:133.6 dengan lenyapnya kondisi (paccaya) …
ps1.3:133.7 dengan munculnya pengetahuan (ñāṇa) …
ps1.3:133.8 dengan perenungan akan lenyapnya (nirodhupaṭṭhāna), kelahiran dan kematian berhenti—
ps1.3:133.9 dengan delapan cara inilah kelahiran dan kematian berhenti.
ps1.3:133.10 Setelah melihat bahaya dalam kelahiran dan kematian dengan lima cara ini, ia menjadi berkeinginan kuat pada lenyapnya kelahiran dan kematian dengan delapan cara ini, berkeyakinan teguh, dan pikirannya tertanam kokoh.
ps1.3:133.11 Ia berlatih: “Dengan merenungkan lenyapnya kelahiran dan kematian, aku akan menarik napas,” ia berlatih: “Dengan merenungkan lenyapnya kelahiran dan kematian, aku akan menghembuskan napas.”
ps1.3:133.12 Dengan merenungkan lenyapnya, melalui napas masuk dan napas keluar, muncul penegakan objek-objek, perhatian, perenungan, dan pengetahuan.
ps1.3:133.13 Objek-objek adalah penegakan, bukan perhatian;
ps1.3:133.14 perhatian adalah baik penegakan maupun perhatian.
ps1.3:133.15 Dengan perhatian itu, dengan pengetahuan itu, ia merenungkan objek-objek tersebut.
ps1.3:133.16 Oleh karena itu dikatakan:
ps1.3:133.17 “Pengembangan penegakan perhatian dengan merenungkan objek-objek dalam objek-objek.”