ps1.3:115.1 Bagaimanakah ia berlatih: “Aku akan menarik napas dengan menggembirakan pikiran”, “Aku akan menghembuskan napas dengan menggembirakan pikiran”?
ps1.3:115.2 Apakah kegembiraan pikiran itu?
ps1.3:115.3 Bagi seorang yang mengetahui keterpusatan pikiran dan ketidak-teralihkan sehubungan dengan menarik napas panjang, muncul kegembiraan pikiran.
ps1.3:115.4 Yaitu kegembiraan, kesukaan, tawa, suka cita, kepuasan, kegembiraan, dan keriangan pikiran.
ps1.3:115.5 Bagi seorang yang mengetahui keterpusatan pikiran dan ketidak-teralihkan sehubungan dengan menarik dan menghembuskan napas panjang, muncul kegembiraan pikiran.
ps1.3:115.6 Yaitu kegembiraan, kesukaan, tawa, suka cita, kepuasan, kegembiraan, dan keriangan pikiran … [lengkapnya] …
ps1.3:115.7 bagi seorang yang merasakan pikiran sehubungan dengan menarik napas …
ps1.3:115.8 Saat ia mengetahui kekusatan pikiran dan ketidak-teralihkan pikiran sehubungan dengan hembusan napas, muncullah kegembiraan batin.
ps1.3:115.9 Apa pun yang merupakan kegembiraan, kesenangan, tawa, keceriaan, kepuasan, kegembiraan, dan keriangan batin—
ps1.3:115.10 inilah kegembiraan batin.
ps1.3:115.11 Dengan pikiran yang bergembira, sehubungan dengan hembusan napas, kesadaran dan pikiran menjadi landasan perhatian, dan pengetahuan menjadi pengamatan langsung.
ps1.3:115.12 Pikiran adalah landasan perhatian, bukan perhatian itu sendiri;
ps1.3:115.13 perhatian adalah landasan perhatian sekaligus perhatian itu sendiri.
ps1.3:115.14 Dengan perhatian itu dan pengetahuan itu, ia mengamati pikiran itu.
ps1.3:115.15 Oleh karena itu dikatakan:
ps1.3:115.16 "Pengembangan penegakan perhatian dengan mengamati pikiran dalam pikiran."