ps1.2:62.1 Bagaimana ia merenungkan kesadaran dalam diri?
ps1.2:62.2 Di sini seseorang merenungkan bentuk...
ps1.2:62.3 perasaan...
ps1.2:62.4 persepsi...
ps1.2:62.5 bentuk-bentuk mental sebagai diri.
ps1.2:62.6 Ia berpikir demikian:
ps1.2:62.7 “Inilah diriku.
ps1.2:62.8 Dan dalam diri ini terdapat kesadaran ini.”
ps1.2:62.9 Ia merenungkan kesadaran dalam diri.
ps1.2:62.10 Seperti halnya sekuntum bunga yang harum semerbak.
ps1.2:62.11 Seseorang mungkin berkata kepadanya:
ps1.2:62.12 “Ini bunga, ini harumnya;
ps1.2:62.13 bunga yang satu, harum yang lain.
ps1.2:62.14 Akan tetapi, harum ini ada pada bunga ini.”
ps1.2:62.15 Ia merenungkan harum dalam bunga.
ps1.2:62.16 Demikian pula, di sini seseorang merenungkan bentuk...
ps1.2:62.17 perasaan...
ps1.2:62.18 persepsi...
ps1.2:62.19 Ia merenungkan bentukan-bentukan sebagai diri.
ps1.2:62.20 Kemudian muncul dalam dirinya:
ps1.2:62.21 “Inilah diriku.
ps1.2:62.22 Dan pada diri ini terdapat kesadaran ini.”
ps1.2:62.23 Ia merenungkan kesadaran sebagai berada dalam diri.
ps1.2:62.24 Kemelekatan dan penggenggapan adalah pandangan salah.
ps1.2:62.25 Pandangan bukanlah landasan, landasan bukanlah pandangan.
ps1.2:62.26 Pandangan adalah satu hal, landasan adalah hal lain.
ps1.2:62.27 Apa pun pandangan itu dan apa pun landasan itu—
ps1.2:62.28 inilah pandangan diri yang ketiga dengan kesadaran sebagai landasannya.
ps1.2:62.29 Pandangan diri adalah pandangan salah …
ps1.2:62.30 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan.
ps1.2:62.31 Demikianlah ia merenungkan kesadaran sebagai berada dalam diri.