ps1.2:57.1 Bagaimana ia melihat <b>diri yang memiliki bentukan-bentukan?</b>
ps1.2:57.2 Seseorang di sini melihat kesadaran ...
ps1.2:57.3 bentuk ...
ps1.2:57.4 perasaan ...
ps1.2:57.5 persepsi sebagai diri.
ps1.2:57.6 Ia berpikir demikian—
ps1.2:57.7 “Inilah diriku.
ps1.2:57.8 Dan diriku ini memiliki bentukan-bentukan kehendak ini.”
ps1.2:57.9 Ia merenungkan diri sebagai memiliki bentukan-bentukan kehendak.
ps1.2:57.10 Seperti halnya sebatang pohon yang rindang.
ps1.2:57.11 Seseorang berkata kepadanya demikian—
ps1.2:57.12 “Ini pohonnya, ini bayangannya.
ps1.2:57.13 Pohon yang lain, bayangan yang lain.
ps1.2:57.14 Dan pohon ini memiliki bayangan ini.”
ps1.2:57.15 Ia merenungkan pohon sebagai memiliki bayangan.
ps1.2:57.16 Demikian pula, seseorang di sini merenungkan kesadaran …
ps1.2:57.17 bentuk …
ps1.2:57.18 perasaan …
ps1.2:57.19 persepsi sebagai diri.
ps1.2:57.20 Ia berpikir demikian—
ps1.2:57.21 “Inilah diriku.
ps1.2:57.22 Dan diriku ini.
ps1.2:57.23 Ia memiliki bentukan-bentukan kehendak ini.”
ps1.2:57.24 Ia merenungkan diri sebagai memiliki bentukan-bentukan kehendak.
ps1.2:57.25 Kemelekatan yang gigih adalah pandangan salah.
ps1.2:57.26 Pandangan salah bukanlah landasan, landasan bukanlah pandangan salah.
ps1.2:57.27 Pandangan lain, landasan lain.
ps1.2:57.28 Pandangan apa pun dan landasan apa pun—
ps1.2:57.29 inilah pandangan diri yang kedua yang berlandaskan bentukan-bentukan.
ps1.2:57.30 Pandangan diri adalah pandangan salah …
ps1.2:57.31 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan.
ps1.2:57.32 Demikianlah ia merenungkan diri sebagai memiliki bentukan-bentukan.