ps1.2:54.1 Bagaimana ia merenungkan persepsi dalam diri?
ps1.2:54.2 Di sini seseorang merenungkan bentukan-bentukan …
ps1.2:54.3 kesadaran …
ps1.2:54.4 bentuk …
ps1.2:54.5 perasaan sebagai diri.
ps1.2:54.6 Maka ia berpikir—
ps1.2:54.7 “Inilah diriku.
ps1.2:54.8 Dan pada diri ini terdapat persepsi ini.”
ps1.2:54.9 Ia merenungkan persepsi sebagai dalam diri.
ps1.2:54.10 Seperti halnya sekuntum bunga yang harum semerbak.
ps1.2:54.11 Seseorang mungkin berkata kepadanya—
ps1.2:54.12 “Ini bunga, ini keharumannya.
ps1.2:54.13 Bunga yang satu, keharuman yang lain.
ps1.2:54.14 Akan tetapi, keharuman ini ada pada bunga ini.”
ps1.2:54.15 Ia merenungkan keharuman sebagai dalam bunga.
ps1.2:54.16 Demikian pula, seseorang di sini merenungkan bentukan-bentukan kehendak …
ps1.2:54.17 kesadaran …
ps1.2:54.18 bentuk …
ps1.2:54.19 perasaan sebagai diri.
ps1.2:54.20 Ia berpikir—
ps1.2:54.21 “Inilah diriku.
ps1.2:54.22 Dan pada diri ini terdapat persepsi ini.”
ps1.2:54.23 Ia merenungkan persepsi sebagai dalam diri.
ps1.2:54.24 Kemelekatan yang gigih adalah pandangan salah.
ps1.2:54.25 Pandangan salah bukanlah landasan, landasan bukanlah pandangan salah.
ps1.2:54.26 Pandangan salah yang satu, landasan yang lain.
ps1.2:54.27 Dan pandangan serta landasan apa pun—
ps1.2:54.28 inilah pandangan diri yang ketiga yang berlandaskan persepsi.
ps1.2:54.29 Pandangan diri adalah pandangan salah … dan seterusnya …
ps1.2:54.30 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan.
ps1.2:54.31 Demikianlah ia merenungkan persepsi sebagai diri.