ps1.2:52.1 Bagaimanakah ia merenungkan persepsi sebagai diri?
ps1.2:52.2 Di sini seseorang merenungkan persepsi yang timbul dari kontak mata...
ps1.2:52.3 persepsi yang timbul dari kontak telinga...
ps1.2:52.4 persepsi yang timbul dari kontak hidung...
ps1.2:52.5 persepsi yang timbul dari kontak lidah...
ps1.2:52.6 persepsi yang timbul dari kontak tubuh...
ps1.2:52.7 persepsi yang timbul dari kontak pikiran sebagai diri.
ps1.2:52.8 "Persepsi yang timbul dari kontak pikiran adalah aku, aku adalah persepsi yang timbul dari kontak pikiran"—
ps1.2:52.9 demikianlah ia merenungkan persepsi yang timbul dari kontak pikiran dan diri sebagai tidak terpisahkan.
ps1.2:52.10 Seperti halnya nyala lampu minyak yang menyala, “apa yang merupakan nyala, itulah warnanya; apa yang merupakan warna, itulah nyalanya”—
ps1.2:52.11 ia mengamati nyala dan warna sebagai tidak terpisahkan (advaya).
ps1.2:52.12 Demikian pula, seseorang di sini mengamati persepsi yang muncul dari kontak pikiran (manosamphassajā saññā) sebagai diri (atta).
ps1.2:52.13 “Persepsi yang muncul dari kontak pikiran itulah aku; aku itulah persepsi yang muncul dari kontak pikiran itu.”
ps1.2:52.14 Ia mengamati persepsi yang muncul dari kontak pikiran dan diri sebagai tidak terpisahkan (advaya).
ps1.2:52.15 Kemelekatan yang mendalam dan penggenggaman (abhinivesaparāmāso) itulah pandangan salah (diṭṭhi).
ps1.2:52.16 Pandangan salah bukanlah objek (vatthu); objek bukanlah pandangan salah.
ps1.2:52.17 Pandangan salah adalah satu hal, objek adalah hal lain.
ps1.2:52.18 Apa pun pandangan salah dan apa pun objeknya—
ps1.2:52.19 inilah pandangan salah pertama yang berlandaskan persepsi, yaitu pandangan salah tentang diri (attānudiṭṭhi).
ps1.2:52.20 Pandangan diri adalah pandangan salah, kegagalan pandangan …
ps1.2:52.21 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan.
ps1.2:52.22 Demikianlah ia merenungkan persepsi sebagai diri.