ps1.2:44.1 Di sini seseorang dengan kasina air …
ps1.2:44.2 kasina api …
ps1.2:44.3 kasina angin …
ps1.2:44.4 kasina biru …
ps1.2:44.5 kasina kuning …
ps1.2:44.6 kasina merah …
ps1.2:44.7 kasina putih dipandang sebagai diri—
ps1.2:44.8 “apa yang merupakan kasina putih, itulah aku;
ps1.2:44.9 apa yang merupakan aku, itulah kasina putih.”
ps1.2:44.10 Ia memandang kasina putih dan diri sebagai tidak terpisah.
ps1.2:44.11 Seperti halnya nyala lampu minyak yang menyala, “apa yang merupakan api, itulah warna;
ps1.2:44.12 apa yang merupakan warna, itulah api”—
ps1.2:44.13 ia memandang api dan warna sebagai tidak terpisah.
ps1.2:44.14 Demikian pula seseorang di sini …
ps1.2:44.15 memandang kasina putih dan diri sebagai tidak terpisah.
ps1.2:44.16 Kemelekatan dan penggenggaman adalah pandangan salah.
ps1.2:44.17 Pandangan salah bukanlah objek, objek bukanlah pandangan salah.
ps1.2:44.18 Pandangan salah adalah satu hal, objek adalah hal lain.
ps1.2:44.19 Apa pun pandangan salah dan apa pun objeknya—
ps1.2:44.20 inilah pandangan salah pertama tentang diri yang berobjekkan bentuk.
ps1.2:44.21 Pandangan salah tentang diri adalah pandangan salah, kegagalan pandangan …
ps1.2:44.22 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan salah.
ps1.2:44.23 Demikianlah ia memandang bentuk sebagai diri.