Uppādo dukkhaṁ, anuppādo sukhanti abhiññeyyaṁ.
Kemunculan adalah penderitaan, ketidakmunculan adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
1.1. Pembahasan tentang Pengetahuan (Ñāṇakathā)
Uppādo dukkhaṁ, anuppādo sukhanti abhiññeyyaṁ.
Kemunculan adalah penderitaan, ketidakmunculan adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Pavattaṁ dukkhaṁ, appavattaṁ sukhanti abhiññeyyaṁ.
Keberlangsungan adalah penderitaan, ketidakberlangsungan adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Nimittaṁ dukkhaṁ, animittaṁ sukhanti abhiññeyyaṁ.
Penandaan adalah penderitaan, ketiadaan tanda adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Āyūhanā dukkhaṁ, anāyūhanā sukhanti abhiññeyyaṁ.
Pengusahaan adalah penderitaan, ketidakpengusahaan adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Paṭisandhi dukkhaṁ, appaṭisandhi sukhanti abhiññeyyaṁ.
Kelahiran kembali adalah penderitaan, ketiadaan kelahiran kembali adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Gati dukkhaṁ, agati sukhanti abhiññeyyaṁ.
Tujuan kelahiran adalah penderitaan, ketiadaan tujuan kelahiran adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Nibbatti dukkhaṁ, anibbatti sukhanti abhiññeyyaṁ.
Pembentukan adalah penderitaan, ketidakpembentukan adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Upapatti dukkhaṁ, anupapatti sukhanti abhiññeyyaṁ.
Kemunculan kembali adalah penderitaan, ketiadaan kemunculan kembali adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Jāti dukkhaṁ, ajāti sukhanti abhiññeyyaṁ.
Kelahiran adalah penderitaan, ketiadaan kelahiran adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Jarā dukkhaṁ, ajarā sukhanti abhiññeyyaṁ.
Penuaan adalah penderitaan, ketiadaan penuaan adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Byādhi dukkhaṁ, abyādhi sukhanti abhiññeyyaṁ.
Penyakit adalah penderitaan, ketiadaan penyakit adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Maraṇaṁ dukkhaṁ, amataṁ sukhanti abhiññeyyaṁ.
Kematian adalah penderitaan, tanpa-kematian adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Soko dukkhaṁ, asoko sukhanti abhiññeyyaṁ.
Duka adalah penderitaan, ketiadaan duka adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Paridevo dukkhaṁ, aparidevo sukhanti abhiññeyyaṁ.
Ratap adalah penderitaan, tiada ratap adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.
Upāyāso dukkhaṁ, anupāyāso sukhanti abhiññeyyaṁ. [30]
Keluh kesah adalah penderitaan, tiada keluh kesah adalah kebahagiaan—ini harus dipahami secara langsung.