ps1.1:90.1 Sīlavisuddhi harus dipahami melalui makna sebagai pengekangan;
BAGIAN 90
ps1.1:90.2 Cittavisuddhi harus dipahami melalui makna sebagai ketidakteralihan;
ps1.1:90.3 Diṭṭhivisuddhi harus dipahami melalui makna sebagai penglihatan.
ps1.1:90.4 Pembebasan harus dipahami melalui makna terlepasnya;
ps1.1:90.5 Pengetahuan harus dipahami melalui makna penetrasinya;
ps1.1:90.6 Kebebasan harus dipahami melalui makna pelepasan;
ps1.1:90.7 Pengetahuan tentang kehancuran harus dipahami melalui makna pemotongan total;
ps1.1:90.8 Pengetahuan tentang tidak munculnya kembali harus dipahami melalui makna ketenangan total. [8]