pe8:212.1 'Ia tidak berpikir' memperlihatkan pencabutan kekotoran yang melingkupi.
pe8:212.2 'Ia tidak melekat tersembunyi' memperlihatkan pencabutan kecenderungan terpendam.
pe8:212.3 'Ia tidak berpikir' memperlihatkan pelepasan kekotoran yang kasar.
pe8:212.4 'Ia tidak melekat tersembunyi' memperlihatkan pelepasan kekotoran yang halus.
pe8:212.5 Tidak merencanakan—dengan itu ia tidak merencanakan demi kelahiran kembali, dan tidak mengharapkan—demikianlah yang dimaksud dengan sakadāgāmī dan anāgāmī; tidak lagi terpendam—demikianlah arahaṁ. 'Tidak merencanakan' menunjukkan penyingkiran lawan dari kelompok moralitas (sīlakkhandha); 'tidak mengharapkan' menunjukkan penyingkiran lawan dari kelompok konsentrasi (samādhikkhandha); 'tidak terpendam' menunjukkan penyingkiran lawan dari kelompok kebijaksanaan (paññākkhandha). 'Tidak merencanakan' menunjukkan penyingkiran bentukan-bentukan yang bersifat tidak bajik (apuññamaya); 'tidak mengharapkan' menunjukkan penyingkiran bentukan-bentukan yang bersifat bajik (puññamaya); 'tidak terpendam' menunjukkan penyingkiran bentukan-bentukan yang bersifat tak tergoyahkan (āneñjamaya). 'Tidak merencanakan' merujuk pada indria 'aku akan mengetahui yang belum diketahui' (anaññātaññassāmītindriya); 'tidak mengharapkan' merujuk pada indria pengetahuan (aññindriya); 'tidak terpendam' merujuk pada indria dari ia yang telah mengetahui (aññātāvindriya).
pe8:212.6 'Tidak merencanakan' berarti pengembangan indria yang lembut; 'tidak mengharapkan' berarti pengembangan indria yang menengah; 'tidak terpendam' berarti pengembangan indria yang maksimal.
pe8:212.7 Inilah makna dari sutta tersebut.