Tattha pañca diṭṭhiyo ucchedaṁ bhajanti.
Di sini, lima pandangan berpihak pada pemusnahan.
6. Wilayah Pengumpulan Makna Ajaran
Tattha pañca diṭṭhiyo ucchedaṁ bhajanti.
Di sini, lima pandangan berpihak pada pemusnahan.
Katamāyo pañca?
Apakah lima itu?
Rūpaṁ attato samanupassati, yāva viññāṇaṁ attato samanupassati, imāyo pañca ucchedaṁ bhajanti, avasesāyo pannarasa sassataṁ bhajanti.
Seseorang merenungkan bentuk sebagai diri, hingga merenungkan kesadaran sebagai diri. Lima ini berpihak pada pemusnahan. Lima belas sisanya berpihak pada keabadian.
Iti sakkāyadiṭṭhipahānā dvāsaṭṭhidiṭṭhigatāni pahīyanti.
Demikianlah, dengan ditinggalkannya pandangan identitas diri, enam puluh dua pandangan salah ditinggalkan.
Pahānā ucchedaṁ sassatañca na bhajati.
Dengan ditinggalkannya, ia tidak berpihak pada pemusnahan maupun keabadian.
Iti ucchedasassatappahānā ariyasāvakassa na kiñci diṭṭhigataṁ bhavati, aññā vā lokuttarāya sammādiṭṭhiyā.
Demikianlah, dengan ditinggalkannya pemusnahan dan keabadian, siswa mulia tidak memiliki pandangan salah apa pun, kecuali pandangan benar yang melampaui dunia.
Kathaṁ pana sakkāyadiṭṭhi na bhavati?
Bagaimana pandangan identitas diri tidak muncul?
Idha ariyasāvako sutavā hoti, sabbo sukkapakkho kātabbo, yāva ariyadhammesu kovido rūpaṁ anattato samanupassati, yāva viññāṇaṁ …pe…
Di sini, siswa mulia terpelajar, seluruh sisi terang harus dikembangkan, hingga mahir dalam ajaran mulia. Ia merenungkan bentuk sebagai bukan diri, hingga merenungkan kesadaran sebagai bukan diri, dan seterusnya.
evamassa samanupassantassa sakkāyadiṭṭhi na bhavati.
Bagi ia yang merenungkan demikian, pandangan identitas diri tidak muncul.