pe4:10.1 Di sini, apakah yang dimaksud dengan 'campuran sutta'?
pe4:10.2 Ada lima jenis sutta: yang berhubungan dengan kekotoran, yang berhubungan dengan kebiasaan (vāsanā), yang berhubungan dengan pandangan, yang berhubungan dengan pengembangan (bhāvanā), dan yang berhubungan dengan yang tidak lagi berlatih (asekha).
pe4:10.3 Seseorang mungkin mencapai satu hal, tetapi membabarkan hal lain; atau makna dari satu sutta dijelaskan dalam sutta yang lain.
pe4:10.4 Atau, seseorang menjelaskan makna dari sebuah sutta dengan berbagai cara.
pe4:10.5 Ia mengungkapkan makna dalam pencapaian Dhamma mulia.
pe4:10.6 Ia menguraikan makna bagian yang berkaitan dengan kebiasaan (vāsanā) dalam bagian-bagian yang berkaitan dengan pandangan (dassana).
pe4:10.7 Ia menguraikan makna belenggu-belenggu yang lebih rendah (orambhāgiya) dalam bagian-bagian yang lebih tinggi (uddhambhāgiya).
pe4:10.8 Ia menguraikan makna indria-indria yang lembut dan menengah dalam sutta-sutta yang berkaitan dengan indria yang sangat kuat (adhimatta).
pe4:10.9 Demikianlah, apa pun dalam sutta ini yang merupakan percampuran—melalui sebab, melalui akibat, melalui buah, melalui penjelasan, melalui sifat lembut, menengah, dan sangat kuat, serta melalui makna dan melalui kata—itulah yang disebut percampuran sutta (suttasaṅkara).
pe4:10.10 Apa yang bukan percampuran, itulah yang disebut pemeriksaan sutta (suttavicaya).