‹
NE9

Vibhaṅga 6

Pembagian 6

Nettippakaraṇa · Khuddaka Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA KN 9

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

ne9:44.1 Di antaranya, apakah hubungan penjelasan itu?

ne9:44.2 Pikiran yang bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan sisi tidak bermanfaat; pikiran yang tidak bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan sisi bermanfaat.

ne9:44.3 Pikiran yang bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan kekotoran batin; pikiran yang tidak bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan pembersihan.

ne9:44.4 Pikiran yang bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan kelangsungan saṁsāra; pikiran yang tidak bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan penghentian saṁsāra.

ne9:44.5 Pikiran yang bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan ketagihan dan ketidaktahuan; pikiran yang tidak bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan ketenangan dan pandangan terang.

ne9:44.6 Pikiran yang bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan ketidakmaluan dan kurangnya rasa takut; pikiran yang tidak bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan rasa malu dan rasa takut.

ne9:44.7 Pikiran yang bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan kurangnya perhatian dan kurangnya kewaspadaan; pikiran yang tidak bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan perhatian dan kewaspadaan.

ne9:44.8 Pikiran yang bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan cara yang salah dan perhatian yang salah; pikiran yang tidak bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan cara yang benar dan perhatian yang benar.

ne9:44.9 Pikiran yang bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan kemalasan dan sulit dinasihati; pikiran yang tidak bersandar harus dijelaskan dalam kaitannya dengan pembangkitan energi dan mudah dinasihati.

ne9:44.10 Pikiran yang melekat harus dipahami melalui ketiadaan keyakinan dan kelengahan; pikiran yang tidak melekat harus dipahami melalui keyakinan dan ketekunan.

ne9:44.11 Pikiran yang melekat harus dipahami melalui tidak mendengarkan Dhamma yang baik dan ketidak-terkendalian; pikiran yang tidak melekat harus dipahami melalui mendengarkan Dhamma yang baik dan pengendalian diri.

ne9:44.12 Pikiran yang melekat harus dipahami melalui ketamakan dan kebencian; pikiran yang tidak melekat harus dipahami melalui ketidak-tamakan dan ketidak-bencian.

ne9:44.13 Pikiran yang melekat harus dipahami melalui rintangan-rintangan dan hal-hal yang mengikat; pikiran yang tidak melekat harus dipahami melalui kebebasan batin dari peluruhan nafsu dan kebebasan kebijaksanaan dari peluruhan ketidaktahuan.

ne9:44.14 Pikiran yang melekat harus dijelaskan sehubungan dengan pandangan nihilisme dan pandangan eternalisme; pikiran yang tidak melekat harus dijelaskan sehubungan dengan unsur Nibbāna yang masih memiliki sisa kemelekatan dan unsur Nibbāna yang tanpa sisa kemelekatan.

ne9:44.16 Oleh karena itu Yang Mulia Mahākaccāyana berkata: "Maksudnya adalah interpretasi etimologis."

ne9:44.17 Selesailah bagian yang disebut Catubyūha Hāra.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI