“Oleh karena itu, para bhikkhu, berdiamlah dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh, dengan tekun, dengan pemahaman jernih, dan penuh perhatian, dengan melenyapkan ketamakan dan kesedihan terhadap dunia.”
‘Tekun’ berarti indria kegigihan; ‘dengan pemahaman jernih’ berarti indria kebijaksanaan; ‘penuh perhatian’ berarti indria perhatian; ‘dengan melenyapkan ketamakan dan kesedihan terhadap dunia’ berarti indria konsentrasi. Demikianlah, bagi seorang yang berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh, empat penegakan perhatian mencapai pemenuhan pengembangannya.