No ce, bhikkhave, ceteti, no ce pakappeti, atha ce anuseti.
"Jika, para bhikkhu, seseorang tidak menghendaki, tidak merencanakan, tetapi masih memiliki kecenderungan—
6. Penempatan Ajaran
No ce, bhikkhave, ceteti, no ce pakappeti, atha ce anuseti.
"Jika, para bhikkhu, seseorang tidak menghendaki, tidak merencanakan, tetapi masih memiliki kecenderungan—
Ārammaṇametaṁ hoti viññāṇassa ṭhitiyā, ārammaṇe sati patiṭṭhā viññāṇassa hoti, tasmiṁ patiṭṭhite viññāṇe virūḷhe āyatiṁ punabbhavābhinibbatti hoti, āyatiṁ punabbhavābhinibbattiyā sati āyatiṁ jātijarāmaraṇaṁ sokaparidevadukkhadomanassupāyāsā sambhavanti, evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa samudayo hotī”ti.
ini menjadi landasan bagi keberlangsungan kesadaran. Dengan adanya landasan, ada penegakan kesadaran. Ketika kesadaran telah tegak dan berkembang, di masa depan terjadi kelahiran kembali. Dengan adanya kelahiran kembali di masa depan, maka kelahiran, penuaan, dan kematian, serta duka, ratapan, penderitaan, kesedihan, dan keputusasaan muncul di masa depan. Demikianlah asal mula dari seluruh kumpulan penderitaan ini."
Ayaṁ saṅkileso.
Ini adalah kekotoran.