‹
NE18

Vibhaṅga 15

Pembagian 15

Nettippakaraṇa · Khuddaka Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA KN 18

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
ne18:7.1

Yathā vā pana cakkhuñca paṭicca rūpe ca uppajjati cakkhuviññāṇaṁ.

Atau sebagaimana, dengan bergantung pada mata dan bentuk-bentuk, muncullah kesadaran mata.

ne18:7.2

Tattha cakkhu ādhipateyyapaccayatāya paccayo, rūpā ārammaṇapaccayatāya paccayo.

Di sini, mata adalah kondisi karena sifatnya sebagai penguasa, bentuk-bentuk adalah kondisi karena sifatnya sebagai objek.

ne18:7.3

Āloko sannissayatāya paccayo, manasikāro sabhāvo hetu.

Cahaya adalah kondisi karena sifatnya sebagai penopang, perhatian adalah sebab karena sifatnya sendiri.

ne18:7.4

Saṅkhārā viññāṇassa paccayo, sabhāvo hetu.

Bentukan-bentukan kehendak adalah kondisi bagi kesadaran, sebab karena sifatnya sendiri.

ne18:7.5

Viññāṇaṁ nāmarūpassa paccayo, sabhāvo hetu.

Kesadaran adalah kondisi bagi batin dan jasmani, sebab karena sifatnya sendiri.

ne18:7.6

Nāmarūpaṁ saḷāyatanassa paccayo, sabhāvo hetu.

Nama-dan-rupa menjadi kondisi bagi enam indra, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.7

Saḷāyatanaṁ phassassa paccayo, sabhāvo hetu.

Enam indra menjadi kondisi bagi kontak, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.8

Phasso vedanāya paccayo, sabhāvo hetu.

Kontak menjadi kondisi bagi perasaan, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.9

Vedanā taṇhāya paccayo, sabhāvo hetu.

Perasaan menjadi kondisi bagi nafsu keinginan, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.10

Taṇhā upādānassa paccayo, sabhāvo hetu.

Nafsu keinginan menjadi kondisi bagi kemelekatan, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.11

Upādānaṁ bhavassa paccayo, sabhāvo hetu.

Kemelekatan menjadi kondisi bagi penjelmaan, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.12

Bhavo jātiyā paccayo, sabhāvo hetu.

Penjelmaan menjadi kondisi bagi kelahiran, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.13

Jāti jarāmaraṇassa paccayo, sabhāvo hetu.

Kelahiran menjadi kondisi bagi penuaan-dan-kematian, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.14

Jarāmaraṇaṁ sokassa paccayo, sabhāvo hetu.

Penuaan-dan-kematian menjadi kondisi bagi kesedihan, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.15

Soko paridevassa paccayo, sabhāvo hetu.

Kesedihan menjadi kondisi bagi ratap tangis, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.16

Paridevo dukkhassa paccayo, sabhāvo hetu.

Ratap tangis menjadi kondisi bagi penderitaan, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.17

Dukkhaṁ domanassassa paccayo, sabhāvo hetu.

Penderitaan menjadi kondisi bagi kekesalan batin, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.18

Domanassaṁ upāyāsassa paccayo, sabhāvo hetu.

Kekesalan batin menjadi kondisi bagi keputusasaan, demikianlah sifat hakikatnya sebagai sebab.

ne18:7.19

Evaṁ yo koci upanissayo sabbo so parikkhāro.

Demikianlah, segala sesuatu yang menjadi kondisi penopang, semuanya itu adalah perlengkapan.

ne18:7.20

Tenāha āyasmā mahākaccāyano “ye dhammā yaṁ dhammaṁ janayantī”ti.

Oleh karena itu Yang Mulia Mahākaccāyana berkata: “Dhamma-dhamma manapun yang melahirkan dhamma tertentu.”

ne18:7.21

Niyutto parikkhāro hāro.

Demikianlah selesai bagian yang disebut Hāra Perlengkapan.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI