ne17:15.1 Demikianlah, dengan empat puluh dua cara ini, ketika ia mengamati, menimbang, menyelidiki, meresapi, dan merenungkan unsur-unsur secara terperinci sesuai hakikatnya, ia tidak melihat sesuatu pun yang dapat digenggam, baik tubuh maupun bagian tubuh, bagaikan orang yang memilah-milah kayu cendana tidak melihat sesuatu pun yang dapat digenggam, bagaikan orang yang memilah-milah tumpukan sampah tidak melihat sesuatu pun yang dapat digenggam, bagaikan orang yang memilah-milah kakus tidak melihat sesuatu pun yang dapat digenggam, bagaikan orang yang memilah-milah tanah pekuburan tidak melihat sesuatu pun yang dapat digenggam.
ne17:15.2 Demikian pula, dengan empat puluh dua cara ini, ketika ia mengamati, menimbang, menyelidiki, meresapi, dan merenungkan unsur-unsur secara terperinci sesuai hakikatnya, ia tidak melihat sesuatu pun yang dapat digenggam, baik tubuh maupun bagian tubuh.
ne17:15.3 Oleh karena itu Sang Bhagavā bersabda: "Unsur tanah internal apa pun, dan unsur tanah eksternal apa pun, semuanya itu hanyalah unsur tanah."
ne17:15.4 "Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku" — demikianlah hendaknya dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar. Setelah melihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, ia menjadi jemu terhadap unsur tanah, dan pikirannya menjadi terbebaskan dari unsur tanah.
ne17:15.5 Unsur air internal apa pun, dan unsur air eksternal apa pun ... (lengkap) ...
ne17:15.6 Unsur api internal apa pun, dan unsur api eksternal apa pun ... (lengkap) ...
ne17:15.7 Unsur angin internal apa pun, dan unsur angin eksternal apa pun, semuanya itu hanyalah unsur angin.
ne17:15.8 "Ini bukan milikku, ini bukan aku, ini bukan diriku" — demikianlah hendaknya dilihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar. Setelah melihat sebagaimana adanya dengan kebijaksanaan benar, ia menjadi jemu terhadap unsur angin, dan pikirannya menjadi terbebaskan dari unsur angin.
ne17:15.9 Inilah perbedaannya.