mnd9:82.1 Dan bagaimanakah, perumah tangga, seseorang disebut seorang yang tidak mendahulukan (keinginannya)?
BAGIAN 82
mnd9:82.2 Di sini, perumah tangga, seorang bhikkhu tertentu tidak berpikir demikian—
mnd9:82.3 ‘Demikianlah bentuk saya kelak di masa yang akan datang’ …
mnd9:82.4 ‘Demikianlah perasaan saya kelak …
mnd9:82.5 Demikianlah persepsi saya kelak …
mnd9:82.6 Demikianlah bentuk-bentuk kehendak saya kelak …
mnd9:82.7 Demikianlah kesadaran saya kelak di masa yang akan datang.’
mnd9:82.8 Demikianlah, perumah tangga, seseorang disebut seorang yang tidak mendahulukan (keinginannya).