mnd5:52.1 **Yang telah pergi ke seberang tidak kembali, demikianlah ia (tādī)**.
mnd5:52.2 **Seberang** (pāraṁ) disebut sebagai yang tidak berkematian (amata), yaitu Nibbāna.
mnd5:52.3 Yaitu penenangan segala bentukan (saṅkhāra), pelepasan segala kemelekatan (upadhi), padamnya nafsu kehausan (taṇhakkhayo), kebosanan (virāgo), penghentian (nirodho), Nibbāna.
mnd5:52.4 Ia telah pergi ke seberang, telah mencapai seberang, telah mencapai akhir, telah sampai pada akhir, telah mencapai puncak, telah sampai pada puncak (perincian) dari kelahiran, penuaan, dan saṁsāra; tidak ada lagi kelahiran kembali baginya—
mnd5:52.5 demikianlah ia telah pergi ke seberang.
mnd5:52.6 **Tidak kembali** (na pacceti): kotoran batin (kilesa) yang telah ditinggalkan melalui jalan masuk-arus (sotāpattimagga), ia tidak mengulanginya, tidak kembali kepadanya, tidak mendatanginya lagi.
mnd5:52.7 Kotoran batin yang telah ditinggalkan melalui jalan yang kembali sekali (sakadāgāmimagga), ia tidak mengulanginya, tidak kembali kepadanya, tidak mendatanginya lagi.
mnd5:52.8 Kotoran batin yang telah ditinggalkan melalui jalan yang tidak kembali (anāgāmimagga), ia tidak mengulanginya, tidak kembali kepadanya, tidak mendatanginya lagi.
mnd5:52.9 Kotoran batin yang telah ditinggalkan melalui jalan kesucian (arahattamagga), ia tidak mengulanginya, tidak kembali kepadanya, tidak mendatanginya lagi—
mnd5:52.10 demikianlah ia yang telah pergi ke seberang tidak kembali.
mnd5:52.11 **Tādī** (demikianlah): seorang Arahā adalah tādī dalam lima hal—
mnd5:52.12 tādī terhadap yang menyenangkan dan tidak menyenangkan, tādī karena telah meninggalkan, tādī karena telah menyeberang, tādī karena telah terbebaskan, tādī dalam penunjukan itu.