mnd4:21.1 Ada pula para petapa dan brahmana yang menganut pemurnian melalui pendengaran.
mnd4:21.2 Mereka menganggap bahwa mendengar suara-suara tertentu adalah keberuntungan, dan mendengar suara-suara lain adalah kesialan.
mnd4:21.3 Suara-suara apakah yang mereka anggap sebagai pendengaran yang membawa keberuntungan?
mnd4:21.4 Mereka bangun di waktu yang tepat dan mendengar suara-suara yang dianggap membawa keberuntungan—
mnd4:21.5 (seperti) 'Vaḍḍhā', 'Vaḍḍhamānā', 'Puṇṇā', 'Phussā', 'Asokā', 'Sumanā', 'Sunakkhattā', 'Sumaṅgalā', 'Sirī', atau 'Sirīvaḍḍhā'.
mnd4:21.6 Pendengaran terhadap suara-suara seperti inilah yang mereka anggap membawa keberuntungan.
mnd4:21.7 Suara-suara apakah yang mereka anggap sebagai pendengaran yang membawa kesialan?
mnd4:21.8 (Seperti) 'orang buta', 'orang buntung', 'orang pincang', 'orang lumpuh', 'orang tua jompo', 'orang sakit', 'orang mati', 'mereka memotong', 'mereka menghancurkan', 'mereka membakar', 'mereka kehilangan', atau 'tidak ada'.
mnd4:21.9 Pendengaran terhadap suara-suara seperti inilah yang mereka anggap membawa kesialan.
mnd4:21.10 Inilah para petapa dan brahmana yang menganut pemurnian melalui pendengaran.
mnd4:21.11 Mereka menganggap bahwa melalui pendengaran, seseorang mencapai kebersihan, kemurnian, kesucian, kebebasan, pembebasan, dan keterlepasan.