mnd3:60.1 <b>Karena keterikatan pada hal-hal, seseorang sampai pada perdebatan</b>—demikianlah.
mnd3:60.2 <b>Keterikatan</b> ada dua macam—
mnd3:60.3 keterikatan karena nafsu dan keterikatan karena pandangan … dan seterusnya …
mnd3:60.4 inilah keterikatan karena nafsu … dan seterusnya …
mnd3:60.5 inilah keterikatan karena pandangan.
mnd3:60.6 Baginya, kemelekatan pada nafsu keinginan belum ditinggalkan, kemelekatan pada pandangan belum dilepaskan.
mnd3:60.7 Karena kemelekatan pada nafsu keinginan belum ditinggalkan, karena kemelekatan pada pandangan belum dilepaskan, ia sampai pada perdebatan mengenai hal-hal—
mnd3:60.8 dengan mengatakan 'terikat nafsu', atau 'benci', atau 'delusi', atau 'terbelenggu', atau 'melekat erat', atau 'kacau', atau 'belum mencapai tujuan', atau 'keras kepala'.
mnd3:60.9 Sebab bentukan-bentukan mental itu belum ditinggalkan.
mnd3:60.10 Karena bentukan-bentukan mental belum ditinggalkan, ia sampai pada perdebatan mengenai kelahiran kembali.
mnd3:60.11 Entah sebagai makhluk neraka, atau sebagai binatang, atau sebagai makhluk alam setan, atau sebagai manusia, atau sebagai dewa, atau sebagai makhluk berwujud, atau sebagai makhluk tak berwujud, atau sebagai makhluk yang memiliki persepsi, atau sebagai makhluk yang tidak memiliki persepsi, atau sebagai makhluk yang bukan memiliki persepsi juga bukan tanpa persepsi—ia mengajukan, mendekati, menggenggam, melekat, dan bersikukuh pada pandangan itu.
mnd3:60.12 Sebab, keterikatan pada fenomena-fenomena menyebabkan seseorang mengajukan pandangan.