Vuttampi hetaṁ bhagavatā—
Hal ini juga telah dinyatakan oleh Sang Bhagavā:
2. Penjelasan Sutta Guhaṭṭhaka
Vuttampi hetaṁ bhagavatā—
Hal ini juga telah dinyatakan oleh Sang Bhagavā:
“kabaḷīkāre ce, bhikkhave, āhāre atthi rāgo atthi nandī atthi taṇhā, patiṭṭhitaṁ tattha viññāṇaṁ virūḷhaṁ.
“Para bhikkhu, jika terdapat nafsu terhadap makanan yang berupa makanan fisik, terdapat kesenangan, terdapat ketagihan, maka kesadaran menjadi mapan dan tumbuh di sana.
Yattha patiṭṭhitaṁ viññāṇaṁ virūḷhaṁ, atthi tattha nāmarūpassāvakkanti.
Di mana kesadaran menjadi mapan dan tumbuh, di sana terdapat turunnya nama-dan-bentuk.
Yattha atthi nāmarūpassāvakkanti, atthi tattha saṅkhārānaṁ vuddhi.
Di mana terdapat turunnya nama-dan-bentuk, di sana terdapat pertumbuhan bentukan-bentukan kehendak.
Yattha atthi saṅkhārānaṁ vuddhi, atthi tattha āyatiṁ punabbhavābhinibbatti.
Di mana terdapat pertumbuhan bentukan-bentukan kehendak, di sana terdapat kelahiran kembali di masa depan.
Yattha atthi āyatiṁ punabbhavābhinibbatti, atthi tattha āyatiṁ jātijarāmaraṇaṁ.
Di mana terdapat kelahiran kembali di masa depan, di sana terdapat kelahiran, penuaan, dan kematian di masa depan.
Yattha atthi āyatiṁ jātijarāmaraṇaṁ, sasokaṁ taṁ, bhikkhave, sarajaṁ saupāyāsanti vadāmī”ti.
Para bhikkhu, di mana terdapat kelahiran, penuaan, dan kematian di masa depan, Aku katakan bahwa di sana terdapat kesedihan, kekotoran, dan keputusasaan.”
Evampi tiṭṭhaṁ naro.
Demikianlah seseorang berdiri.